BEBERAPA KETENTUAN DALAM BERTAKBIR

BEBERAPA KETENTUAN DALAM BERTAKBIR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

#Madrasah_Ramadhan:

 

BEBERAPA KETENTUAN DALAM BERTAKBIR

 

  1. Anjuran Memperbanyak Takbir Saat Berakhir Ramadhan untuk Mengagungkan Allah Atas Nikmat Hidayah-Nya, sebagaimana firman-Nya,

وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ الله عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqoroh: 185]

  1. Waktu mulai bertakbir adalah sejak terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai selesai khutbah Idul Fitri.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Takbir di hari Idul fitri dimulai sejak melihat hilal dan berakhir setelah selesainya ‘ied, yaitu selesainya imam dari khutbah, menurut pendapat yang paling shahih.” [Majmu’ Al-Fatawa, 24/221]

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Menyempurnakan bulan Ramadhan terjadi ketika terbenam matahari di hari terakhir Ramadhan, apakah dengan menyempurnakan 30 hari atau melihat hilal (di hari ke-29), maka apabila telah terbenam matahari di hari terakhir Ramadhan, disunnahkan untuk bertakbir secara muthlaq (umum, tidak terkait waktu sholat), mulai dari terbenam matahari sampai selesai khutbah Idul fitri, akan tetapi apabila masuk waktu sholat Idul fitri hendaklah sholat dan mendengar khutbah setelah sholat, oleh karena itu sebagian ulama berkata: Waktu bertakbir mulai dari terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai imam bertakbir untuk sholat Idul fitri.” [Asy-Syarhul Mumti’, 5/157]

  1. Takbir hari raya Idul Adha ada dua bentuk, yaitu muthlaq dan muqoyyad, adapun takbir Idul Fitri hanya muthlaq saja.

Muthlaq artinya umum tanpa terkait waktu, hendaklah memperbanyak takbir kapan dan di mana saja, kecuali di tempat-tempat yang terlarang melafazkan dzikir, yaitu di WC dan yang semisalnya. Takbir muthlaq Idul Adha dimulai sejak awal Dzulhijjah sampai akhir hari Tasyriq, adapun Idul Fitri dimulai sejak terbenam matahari di akhir Ramadhan sampai selesai khutbah Idul Fitri.

Muqoyyad artinya terkait dengan sholat lima waktu, yaitu bertakbir setiap selesai sholat lima waktu, dimulai sejak ba’da Shubuh hari Arafah sampai ba’da Ashar di akhir hari Tasyriq. Adapun takbir Idul Fitri tidak disyari’atkan takbir muqoyyad setiap selesai sholat lima waktu.

Asy-Syaikh Ibnul ‘utsaimin rahimahullah berkata, “Perbedaan antara muthlaq dan muqoyyad, bahwa muthlaq dilakukan di setiap waktu, sedang muqoyyad dilakukan setelah sholat lima waktu pada Idul Adha saja.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail, 16/265]

  1. Disunnahkan mengeraskan takbir bagi laki-laki dan dipelankan bagi wanita, dan disunnahkan bertakbir di perjalanan ketika menuju sholat ‘Ied, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma,

أَنَّهُ كَانَ إِذَا غَدَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ يَجْهَرُ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى ثُمَّ يُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ الْإِمَامُ

“Bahwa Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma apabila berangkat pagi hari Idul Adha dan Idul Fitri, beliau mengeraskan takbir sampai tiba di tempat sholat, kemudian beliau terus bertakbir sampai imam datang.” [HR. Adh-Daruquthni, Al-Irwa: 650]

  1. Lafaz takbir diantaranya adalah yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu,

الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd”

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.” [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf, Al-Irwa: 654]

Dan beberapa lafaz lain yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in, namun tidak ada dalil adanya lafaz khusus dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sehingga dalam perkara ini terdapat keluasan (Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 5/169-17).

 

Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/629939573822195:0

Meraih Berkah bersama Sunnah-sunnah di Hari Raya

 

Semoga bermanfaat. Mohon ta’awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah.

Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

══════ ❁✿❁ ══════

Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam.

➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵

? Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr

? Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k

? Gabung Group WA: 08111377787

? FB: www.fb.com/sofyanruray.info

? Web: www.sofyanruray.info

? Android: http://bit.ly/1FDlcQo

? Youtube: Ta’awun Dakwah

 

 

 

Avatar

Taawun Dakwah

Tebarkan Ilmu, Tumbuhkan Amal, Petiklah Ridho Ilahi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *