BERTEMUNYA DUA WAKTU MULIA, HARI JUM’AT DAN SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH

BERTEMUNYA DUA WAKTU MULIA, HARI JUM'AT DAN SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Mutiara_Sunnah

BERTEMUNYA DUA WAKTU MULIA, HARI JUM’AT DAN SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH

Saudaraku rahimakumullah, waktu kita untuk mengumpulkan bekal di dunia ini teramat singkat, sementara perjalanan yang akan kita lalui sangat panjang, namun Allah yang Maha Penyayang telah menjadikan waktu-waktu khusus untuk melipatgandakan pahala amalan kita.

Manfaatkanlah nikmat yang Allah berikan ini untuk memperbanyak amal shalih, diantaranya melakukan sholat shubuh berjama’ah di hari Jum’at, karena hari Jum’at adalah hari yang mulia, dan ditambah lagi kita telah masuk pada hari-hari yang paling mulia dalam setahun yaitu 10 hari awal Dzulhijjah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ اللهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةٍ

“Sesungguhnya sholat yang paling utama di sisi Allah adalah sholat shubuh berjama’ah di hari Jum’at.” [HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 1566]

Padahal sholat berjama’ah itu sendiri adalah amalan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَصَلاَتِهِ فِى سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ فَلَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ

“Sholat seseorang secara berjama’ah dilipatgandakan melebihi sholatnya di rumahnya dan sholatnya di pasarnya (tokonya) sebanyak 25 derajat, yang demikian itu karena seorang dari kalian berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian ia mendatangi masjid, tidak ada yang menyebabkannya melakukan itu kecuali sholat, tidak ada yang ia inginkan kecuali sholat, maka tidaklah ia mengayunkan satu langkah kecuali diangkat untuknya satu derajat dan dihapuskan satu kesalahan (dosa) sampai ia memasuki masjid. Apabila ia telah memasuki masjid maka ia telah dianggap sedang sholat, selama sholat itu yang menahannya (di masjid) dan para malaikat terus mendoakan untuk seorang dari kalian selama ia berada di tempat duduk yang ia gunakan untuk sholat padanya dan selama ia tidak menyakiti dan belum berhadats padanya, mereka (para malaikat) berkata: “Ya Allah curahkanlah kasih sayang kepadanya, ya Allah ampunilah dia, ya Allah anugerahkanlah taubat kepadanya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan ini lafaz milik Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu]

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

وعلى هَذَا؛ فَقَدْ تضاعف الصلاة فِي جماعة أكثر من ذَلِكَ إما بحسب شرف الزمان، كشهر رمضان وعشر ذي الحجة ويوم الجمعة

“Oleh karena itu, bisa jadi pahala sholat berjama’ah dilipatgandakan lebih dari itu, apakah karena kemuliaan waktu seperti bulan Ramadhan, 10 hari awal Dzulhijjah dan hari Jum’at.” [Fathul Baari libni Rajab rahimahullah, 4/32]

Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,

لأن يوم الجمعة أفضل أيام الأسبوع والصبح أفضل الخمس على ما اقتضاه هذا الحديث ونص عليه الشافعي

“Karena Jum’at adalah hari yang paling mulia dalam sepekan, dan shubuh adalah sholat yang paling afdhal dari seluruh sholat lima waktu, sesuai konsekuensi hadits ini dan ini adalah pendapat yang dinyatakan oleh Imam Syafi’i.” [Faidhul Qodir, 2/53]

 

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✏ Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

 

Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/663261467156672:0

BERTEMUNYA DUA WAKTU MULIA, HARI JUM’AT DAN SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH

 

Semoga bermanfaat. Mohon ta’awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini. Semoga menjadi sebab hidayah dan pemberat timbangan kebaikan kita di Hari Kiamat, insya Allah ta’ala.

Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

══════ ❁✿❁ ══════

Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam.

➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵

Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr

Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k

Gabung Group WA: 08111377787

FB: www.fb.com/sofyanruray.info

Web: www.sofyanruray.info

Android: http://bit.ly/1FDlcQo

Youtube: Ta’awun Dakwah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *