BAHAYA MEMUTUSKAN HUBUNGAN

Bahaya Memutuskan Hubungan

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

 

BAHAYA MEMUTUSKAN HUBUNGAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (hubungan).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jubair bin Muth’im radhiyallaahu’anhu]

PELAJARAN:

1. Memutuskan yang dimaksud dalam hadits di atas ditafsirkan dengan dua makna:

Pertama: Memutuskan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan (Lihat Fathul Bari, 10/415).

Kedua: Memutuskan seluruh yang Allah perintahkan untuk disambung (Lihat Umdatul Qoori, 32/159).

2. Hadits yang mulia ini menunjukkan peringatan keras dari bahaya memutuskan hubungan, terutama hubungan kekerabatan atau kekeluargaan dan hubungan-hubungan lainnya yang diperintahkan syari’at untuk menjaganya.

3. Perintah menjaga hubungan baik antara kaum muslimin, terutama yang masih memiliki ikatan kekeluargaan, oleh karena itu wajib menjaga lisan dan tindakan terhadap kaum muslimin agar hubungan baik tetap terjaga, dan tentunya ini berlaku umum, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

4. Apabila orang yang memutuskan hubungan terancam masuk neraka maka berarti orang yang menjaga hubungan akan dimasukkan ke surga, inilah diantara bahaya memutuskan hubungan dan keutamaan menjaganya, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan yang lainnya, yaitu:

– Memutuskan hubungan adalah sebab mendapatkan azab di dunia sebelum di akhirat.

– Allah ta’ala tidak akan menurunkan rahmat kepada suatu kaum yang membantu orang yang memutuskan hubungan dan tidak mengingkarinya atau tidak menegurnya.

– Allah ta’ala tidak akan menurunkan hujan untuk mereka karena adanya orang yang memutuskan hubungan di antara meraka.

– Orang yang menyambung dan menjaga hubungan kekerabatan akan diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, dan masih banyak keutamaan menjaga hubungan dan bahaya memutuskannya. [Lihat Fathul Baari, 10/415-416]

5. Tidak masuk surga ditafsirkan dengan dua makna:

Pertama: Apabila ia menghalalkan perbuatan memutuskan hubungan yang Allah perintahkan untuk disambung maka ia tidak akan masuk surga selama-lamanya, karena menghalalkan apa yang Allah haramkan adalah kekafiran.

Kedua: Apabila ia tidak menghalalkannya maka maknanya ia tidak akan masuk surga secara langsung jika Allah tidak mengampuninya, ia akan dimasukkan ke neraka namun tidak kekal di neraka seperti orang-orang kafir. [Lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 16/113-114]

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber:

View this post on Instagram

📋 BAHAYA MEMUTUSKAN HUBUNGAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ . "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jubair bin Muth'im radhiyallaahu'anhu] PELAJARAN: 1. Memutuskan yang dimaksud dalam hadits mencakup dua makna: – Memutuskan hubungan kerabat atau keluarga (Lihat Fathul Bari, 10/415) – Memutuskan seluruh yang Allah perintahkan untuk disambung (Lihat Umdatul Qoori, 32/159) 2. Peringatan keras dari bahaya memutuskan hubungan, terutama hubungan kerabat atau keluarga, dan hubungan lainnya yang diperintahkan syari'at untuk menjaganya. 3. Perintah menjaga hubungan baik antara kaum muslimin, terutama yang memiliki ikatan keluarga, maka wajib menjaga lisan dan tindakan terhadap kaum muslimin agar hubungan baik terjaga, dan tentu ini berlaku di dunia nyata dan dunia maya. 4. Apabila orang yang memutuskan hubungan terancam masuk neraka maka orang yang menjaga hubungan akan masuk surga. – Memutuskan hubungan juga sebab mendapat azab di dunia sebelum di akhirat. – Allah ta'ala tidak akan menurunkan rahmat kepada kaum yang membantu memutuskan hubungan dan tidak mengingkarinya atau tidak menegurnya. – Allah ta'ala tidak akan menurunkan hujan karena orang yang memutuskan hubungan di antara satu kaum. – Orang yang menyambung dan menjaga hubungan kekerabatan akan diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, dan masih banyak keutamaan menjaga hubungan dan bahaya memutuskannya. [Lihat Fathul Baari, 10/415-416] 5. Tidak masuk surga ditafsirkan dengan dua makna: – Jika ia menghalalkan perbuatan memutuskan hubungan yang Allah perintahkan untuk disambung maka ia tidak akan masuk surga selama-lamanya, karena menghalalkan apa yang Allah haramkan adalah kekafiran. – Jika ia tidak menghalalkannya maka maknanya ia tidak akan masuk surga secara langsung jika Allah tidak mengampuninya, ia akan dimasukkan ke neraka namun tidak kekal di neraka seperti orang-orang kafir. [Lihat Syarhu Muslim, 16/113-114] . ✒ @sofyanruray.info @taawundakwah #ustadzsofyanchalidruray #ustadzsofyanruray #sunnah #tauhid #kajiansunnah #hijrah #islam #yukhijrah #keluarga

A post shared by Sofyan Chalid bin Idham Ruray (@sofyanruray.info) on

http://sofyanruray.info/bahaya-memutuskan-hubungan/

 

 

👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE
http://bit.ly/sofyanruray

👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM
http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah

👉🏾 JOIN TELEGRAM
http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid

👉🏾 LIKE FACEBOOK
www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah

👉🏾 IKUTI TWITTER

👉🏾 KLIK WEBSITE
www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com

👉🏾 INSTAL ANDROID
http://bit.ly/androidsofyanruray

👉🏾 GABUNG GROUP WA
wa.me/628111377787

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *