Hukum Perayaan, Yasinan dan Sholat Khusus di Malam Nishfu Sya’ban

🌙 Hukum Perayaan, Yasinan dan Sholat Khusus di Malam Nishfu Sya’ban 💫

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

📥 Tanya: Kami memiliki masjid-masjid yang padanya manusia berkumpul di malam tanggal 15 Sya’ban (Nishfu Sya’ban) dan mereka membaca surat Yasin 3 kali dan membaca maulid?

📤 Jawab: Ini termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama), dan telah valid dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengada-ngadakan perkara baru dalam agama kami ini apa-apa yang bukan daripadanya maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari (2550) dan Muslim (1718), Abu Daud (4606), Ibnu Majah (14) Ahmad (6/270) dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Dan sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits,

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara baru dalam agama, dan setiap yang baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Abu Dawud (4607) dan Ad-Darimi (95) dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu]

Dan ibadah dasarnya adalah perintah, larangan dan peneladanan (kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam), sedang amalan ini tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak pernah pula beliau melakukannya, dan tidak pernah juga dilakukan oleh salah seorang Khulafaur Rasyidin, tidak sahabat yang lain dan tidak pula tabi’in.

Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah bersabda pada sebagian lafaz hadits yang shahih,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهْوَ رَد

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Al-Bukhari (2550), Muslim (1718), Abu Daud (4606), Ibnu Majah (14) dan Ahmad (6/256) dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Dan amalan ini tidak berdasar pada perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka ia tertolak serta wajib diingkari, karena ia termasuk yang dingkari oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah ta’ala befirman,

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?!” [Asy-Syuro: 21]

Dan perkara ini termasuk yang diada-adakan oleh orang-orang bodoh tanpa ada petunjuk dari Allah ta’ala, dan Samaahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz telah menulis risalah tentang, “Hukum Perayaan Malam Nishfu Sya’ban dan Perayaan Malam Isra’ Mi’raj” (silakan merujuk ke risalah tersebut untuk mendapatkan keterangan yang lebih lengkap).”

Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Anggota: AbdurRozzaq ‘Afifi, Abdullah Ghudayyan

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 3/63-64 no. 2222]

💻 Baca Selengkapnya: https://facebook.com/sofyanruray.info/posts/611919775624175:0

══════ ❁✿❁ ══════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵

📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:

📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta’awun Dakwah⁠⁠

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *