MERAIH PAHALA HAJI DAN UMROH SETIAP PAGI DENGAN EMPAT AMALAN

Meraih Pahala Haji dan Umroh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MERAIH PAHALA HAJI DAN UMROH SETIAP PAGI DENGAN EMPAT AMALAN

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua raka’at, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3403]

 

#Beberapa_Pelajaran:

1) Hadits yang mulia ini menunjukkan ganjaran sholat sunnah Isyroq yang sangat besar pahalanya dengan 4 syarat:
✅ Pertama: Sholat Subuh berjama’ah,
✅ Kedua: Dilakukan di masjid,
✅ Ketiga: Duduk berdzikir kepada Allah ta’ala di masjid sampai matahari terbit,
✅ Keempat: Sholat dua raka’at.

2) Jika seseorang keluar dari masjid karena suatu hajat dan hanya dalam waktu yang singkat, kemudian kembali dan melanjutkan dzikir di masjid maka ia tetap mendapat pahalanya insya Allah. Dan jika keluarnya untuk suatu amalan yang lebih besar seperti menuntut ilmu maka itu lebih afdhal [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 12/115, no. 19008]

3) Jika seseorang sholat di rumahnya karena udzur syar’i seperti sakit atau khauf (takut), lalu ia melakukan amalan seperti dalam hadits di atas maka ia mendapatkan pahala yang sama insya Allah ta’ala. Bahkan jika ia tidak mampu sama sekali melakukannya karena sakit dan hanya sholat Subuh saja maka ia tetap mendapat pahalanya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ ، أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka ditulis untuknya pahala yang biasa ia kerjakan ketika mukim lagi sehat.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Musa radhiyallahu’anhu]

4) Seorang wanita yang sholat Subuh di rumah kemudian melakukan amalan seperti dalam hadits ini juga akan mendapatkan pahalanya insya Allah, dan lebih afdhal bagi wanita sholat di rumahnya [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 11/389]

5) Waktu Isyroq adalah setelah matahari terbit dan meninggi seukuran satu tombak. Dan jika seseorang terluput dari sholat sunnah fajar yang biasa ia kerjakan, hendaklah ia mengqodho’nya terlebih dahulu, baru kemudian sholat Isyroq [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah, 14/204, no. 869]

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

_______________________
Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
_______________________

 

Semoga bermanfaat. Mohon ta’awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini. Semoga menjadi sebab hidayah dan pemberat timbangan kebaikan kita di Hari Kiamat, insya Allah ta’ala.

Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

══════ ❁✿❁ ══════

Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam.

➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵

? Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr

? Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k

? Gabung Group WA: 08111377787

? FB: www.fb.com/sofyanruray.info

? Web: www.sofyanruray.info

? Android: http://bit.ly/1FDlcQo

? Youtube: Ta’awun Dakwah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *