ANJURAN MEMPERBANYAK DZIKIR DI SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH DAN HARI-HARI TASYRIQ

ANJURAN MEMPERBANYAK DZIKIR DI SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH DAN HARI-HARI TASYRIQ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

ANJURAN MEMPERBANYAK DZIKIR DI SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH DAN HARI-HARI TASYRIQ

 1. Anjuran Memperbanyak Tahlil, Takbir dan Tahmid di Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah:

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidaklah ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih yang lebih dicintai Allah ta’ala daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, maka perbanyaklah ucapan tahlil (laa ilaaha illallah), takbir (Allaahu Akbar) dan tahmid (alhamdulillaah).” [HR. Ahmad dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma]

2. Anjuran Memperbanyak Dzikir Mulai Tanggal 1-13 Dzulhijjah:

Allah ta’ala berfirman,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah dimaklumi tersebut.” [Al-Hajj: 28]

Allah ta’ala juga berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” [Al-Baqoroh: 203]

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah menyebutkan dalam Shahih beliau,

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

“Dan berkata Ibnu ‘Abbas, Berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah dimaklumi maksudnya adalah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sedangkan hari-hari yang sudah ditentukan adalah hari-hari tasyriq (11-13 Dzulhijjah).”

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan berdzikir kepada Allah.” [HR. Muslim dari Nubaisyah bin ‘Amr Al-Hudzali radhiyallahu’anhu]

3. Anjuran Mengeraskan Takbir bagi Laki-laki:

Dianjurkan memperbanyak takbir dan mengeraskannya bagi laki-laki, baik di masjid, di rumah maupun di tempat-tempat umum, sebagaimana yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih beliau,

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ

“Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dalam keadaan bertakbir dan manusia pun ikut bertakbir, dan Muhammad bin Ali bertakbir setelah sholat sunnah.”

4. Beberapa Ketentuan dalam Takbir Dzulhijjah:

Ulama menjelaskan bahwa takbir di sini ada dua bentuk:

  1. Pertama: Takbir muthlaq, yaitu takbir yang dibaca kapan saja tanpa terikat waktu, dimulai sejak awal Dzulhijjah sampai akhir hari Tasyriq.
  2. Kedua: Takbir muqoyyad, yaitu takbir yang terkait dengan waktu sholat, dibaca setiap selesai sholat lima waktu, dimulai sejak shubuh hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) sampai akhir hari Tasyriq.

Hal ini disyari’atkan berdasarkan ijma’ dan perbuatan sahabat radhiyallahu’anhum [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/312 no. 10777]

Takbir ini disyari’atkan bagi selain jama’ah haji. Adapun bagi jama’ah haji disunnahkan untuk memperbanyak ucapan talbiyah sampai melempar jamrah ‘aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah, barulah dibolehkan bertakbir, dan boleh mulai bertakbir sejak lemparan pertama pada jamrah ‘aqobah tersebut sampai akhir hari tasyriq.

Dan boleh juga bagi jama’ah haji untuk menggabungkan antara takbir dan talbiyah, yakni terkadang membaca takbir dan terkadang membaca talbiyah, namun yang afdhal bagi yang sedang ihram untuk mengucapkan talbiyah, sedang bagi yang tidak ihram untuk bertakbir [Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, 13/19]

Adapun lafaz takbir diantaranya adalah seperti yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau membaca takbir pada hari-hari tasyriq,

الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd” (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah).” [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya, Al-Irwa’: 654]

Dan beberapa lafaz lain yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in, namun tidak ada dalil khusus dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sehingga dalam perkara ini terdapat keluasan [Lihat Asy-Syarhul Mumti’, Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah, 5/169-171]

5. Beberapa Kesalahan dalam Bertakbir:

  • Berdzikir atau bertakbir secara berjama’ah dengan satu suara atau dipimpin oleh seseorang adalah termasuk bid’ah, mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum.
  • Mengadakan konvoi di jalanan untuk takbir keliling, yang dapat mengganggu ketertiban umum dan terjadi berbagai macam kemaksiatan seperti ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan wanita) dan lain-lain.
  • Berteriak-teriak dalam berdzikir dan atau berdzikir dengan pengeras suara di masjid-masjid pada waktu-waktu istirahat.
  • Berdzikir sambil menggerak-gerakkan badan atau kepala, bahkan menari dan berjoget.
  • Meneriakkan takbir diiringi alat-alat musik dan nyanyian (padahal musik dan nyanyian itu sendiri diharamkan dalam Islam), dan berbagai kemungkaran lainnya yang dilakukan sebagian orang pada malam dan hari raya, hendaklah dijauhi.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✏Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/521050484711105:0

Semoga bermanfaat. Mohon ta’awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini. Semoga menjadi sebab hidayah dan pemberat timbangan kebaikan kita di Hari Kiamat, insya Allah ta’ala.

Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

══════ ❁✿❁ ══════

Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam.

➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵

? Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr

? Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k

? Gabung Group WA: 08111377787

? FB: www.fb.com/sofyanruray.info

? Web: www.sofyanruray.info

? Android: http://bit.ly/1FDlcQo

? Youtube: Ta’awun Dakwah

You may also like...

1 Response

  1. September 1, 2016

    […] ANJURAN MEMPERBANYAK DZIKIR DI SEPULUH HARI AWAL DZULHIJJAH DAN HARI-HARI TASYRIQ […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *