JAWABAN RINGKAS TENTANG PERSATUAN KEBUN BINATANG

JAWABAN RINGKAS TENTANG PERSATUAN KEBUN BINATANG

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

JAWABAN RINGKAS TENTANG PERSATUAN KEBUN BINATANG

Persatuan Kebun Binatang, mungkin sebuah ungkapan yang tidak elok untuk menggambarkan persatuan sebagian orang dalam keadaan aqidah dan manhaj yang berbeda-beda. Namun terlepas dari persoalan cocok atau tidaknya ungkapan tersebut izinkan kami meluruskan lima poin kesalahpahaman terhadapnya:

  1. Qiyas dengan kebun binatang dari sisi apanya?

Jawab: Dari sisi perbedaan aqidah dan manhaj yang tidak mungkin disatukan, sama dengan yang terjadi di kebun binatang, jenis hewannya berbeda-beda namun dalam satu kebun yang sama. Mungkin ini yang dimaksud. Sekali lagi kami tidak hendak membahas cocok atau tidaknya pemilihan ungkapannya, namun dari segi maknanya. Asy-Syaikh Al-‘Allaamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

لا يمكن الاجتماع مع اختلاف المنهج والعقيدة

“Tidak mungkin bersatu jika berbeda manhaj dan aqidah.” [Al-Ajwibah Al-Mufidah: 93]

  1. Para ulama Salaf mencontohkan persatuan dalam maslahat bersama kaum muslimin, coba sebutkan peperangan setelah zaman Khulafaur Rasyidin yg murni hanya diikuti oleh Ahlussunnah, lihatlah perang Ainun Jalut, Fathul Andalus, Hiththin, bahkan Fathul Qasthanthiniyah yang jelas-jelas disebut dalam hadits, siapa yg memiliki andil besar dalam mewujudkannya, apakah ahlussunnah menurut peristilahan mereka?

Jawab: Wajib berjihad bersama pemerintah muslim yang baik maupun yang jelek. Karena Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam telah bersabda,

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي وَإِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

“Siapa yang taat kepadaku maka sungguh ia telah taat kepada Allah dan siapa yang bermaksiat terhadapku maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah. Dan siapa yang taat kepada pemimpin maka sungguh ia telah taat kepadaku dan siapa yang bermaksiat kepada pemimpin maka sungguh ia telah bermaksiat kepadaku. Dan sesungguhnya seorang pemimpin adalah tameng, dilakukan peperangan di belakangnya dan dijadikan sebagai pelindung.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

أَيْ يُقَاتَلُ مَعَهُ الْكُفَّارُ وَالْبُغَاةُ وَالْخَوَارِجُ وَسَائِرُ أَهْلِ الْفَسَادِ وَالظُّلْمِ مُطْلَقًا

“Maknanya: Berperang hendaklah dilakukan bersama pemimpin untuk melawan orang-orang kafir, pemberontak, khawarij dan semua orang yang melakukan kerusakan dan kezaliman, secara mutlak.” [Syarhu Muslim, 12/230]

Al-Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata,

واعلم أن جور السلطان لا ينقص فريضة من فرائض الله عز وجل التي افترضها على لسان نبيه صلى الله عليه وسلم؛ جوره على نفسه، وتطوعك وبرك معه تام لك إن شاء الله تعالى، يعني: الجماعة والجمعة معهم، والجهاد معهم، وكل شيء من الطاعات فشارك فيه، فلك نيتك

“Ketahuilah, kezaliman penguasa tidak mengurangi suatu kewajiban kepada Allah ‘azza wa jalla yang Allah wajibkan melalui lisan Nabi-Nya shallallahu’alaihi wa sallam (yaitu menunaikan hak Penguasa), karena kezalimannya adalah dosa yang membahayakannya, adapun ketaatanmu dan kebaikanmu kepadanya akan dibalas sempurna untukmu insya Allah ta’ala, yaitu: Tetaplah melakukan sholat berjama’ah, sholat Jum’at dan berjihad bersamanya, dan dalam semua bentuk ketaatan bergabunglah dengannya (jangan memberontak), maka engkau akan mendapatkan sesuai dengan niatmu.” [Syarhus Sunnah, hal. 113]

Ini dalam jihad syar’i, jihad yang dipimpin kepala negara, bagaimana mungkin disamakan dengan perbuatan yang menyelisihi syari’at.

  1. Beliau mengatakan bahwa hanya ketika ada permasalahan mereka bisa bersatu setelah itu cakar-cakaran, jawabannya memang dalam hal seperti inilah seharusnya Ahlul Qiblah bersatu, lalu pertanyaan ke beliau: Kalau bukan dalam momen seperti ini kita bersatu maka kapan antum bisa bersatu dgn kaum muslimin lainnya agar antum tidak terkesan hizbi?

Jawab: Masih terlalu banyak momen yang syar’i untuk bersatu, seperti dalam sholat Jum’at, sholat Jama’ah, jihad syar’i dan semua amalan yang dianjurkan berjama’ah dengan seluruh kaum muslimin.

  1. Beliau bilang ketika ada masalah besar seperti ini bersatu, setelah itu cakar-cakaran, jawabannya kayaknya kita tidak pernah cakar-cakaran dengan kaum muslimin lainnya baik dalam keadaan genting ataupun aman, atau bukannya mereka yang suka mencakar-cakar kaum muslimin?

Jawab: Kalimat beliau umum, yaitu sifat umumnya golongan-golongan yang menyimpang. Adapun mencakar kaum muslimin apabila yang dimaksud adalah mengingatkan penyimpangan sebagian kaum muslimin agar tidak diikuti oleh kaum muslimin yang lain adalah termasuk nasihat.

  1. Katanya berilmu dan ajari ilmu dulu baru bersatu, kita bilang justru karena ilmu kita tentang Sirah dan Tarikh serta manhaj Ahlussunnah yg benar menyebabkan kita bersatu dlm masalah ini.

Jawab: Maksud beliau adalah seperti yang diingatkan oleh imam besar ahli hadits abad ini tentang kesalahan cara bersatu kelompok Ikhwanul Muslimin. Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah berkata,

قاعدتهم هي كتل الناس جمعهم على ما بينهم من خلافات عقدية أو سلوكية أو فقهية ثم ثقف كتل ثم ثقف، على هذا قامت دعوتهم طيلة هذه السنين الطويلة، لكن الواقع يشهد أن لا شيء هناك سوى التكتيل وليس هناك شيء يسمى بالتثقيف

“Kaidah mereka (Ikhwanul Muslimin) adalah menghimpun dan mengumpulkan manusia walau berbeda-beda aqidah, akhlak atau fiqh, kemudian barulah didik mereka. Himpun lalu didik. Berdasarkan inilah tegak dakwah mereka dalam kurun waktu yang panjang ini, akan tetapi kenyataannya tidak ada yang mereka lakukan selain menghimpun, dan tidak ada yang namanya pendidikan (secara hakiki dalam dakwah mereka).” [Kaset Silsilatul Huda wan Nur: 609]

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah juga berkata,

إن دعوة الإخوان المسلمين لما كانت قائمة على أساس التكتيل ثم لا شيء من الثقافة، وكانت دعوة السلفيين قائمة على التثقيف وليس على التكتيل

“Sungguh dakwah Ikhwanul Muslimin ketika ia dibangun di atas dasar penghimpunan kemudian tidak ada sedikit pun pendidikan (yang hakiki), maka dakwah para pengikut Salaf dibangun di atas dasar pendidikan, dan bukan semata penghimpunan.” [Kaset Silsilatul Huda wan Nur: 609]

 

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/706867676129384:0

 

Artikel Terkait:

 

SAUDARAKU MAAFKAN ORANG YANG MENASIHATIMU DAN LURUSKAN LOGIKAMU

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/694547880694697:0

 

Semoga bermanfaat. Mohon ta’awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini. Semoga menjadi sebab hidayah dan pemberat timbangan kebaikan kita di Hari Kiamat, insya Allah ta’ala.

Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

 

══════ ❁✿❁ ══════

 

Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam.

Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr

Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k

Gabung Group WA: 08111377787

FB: www.fb.com/sofyanruray.info

Web: www.sofyanruray.info

Android: http://bit.ly/1FDlcQo

Youtube: Ta’awun Dakwah

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *